Langkah Nyata Hilirisasi Riset, RSMH Palembang Implementasikan Perangkat Smart Health FT UNSRI
22
Jun/26
Langkah Nyata Hilirisasi Riset, RSMH Palembang Implementasikan Perangkat Smart Health FT UNSRI
PALEMBANG – Langkah nyata
hilirisasi riset perguruan tinggi kembali ditunjukkan oleh sivitas akademika
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (UNSRI). Pada 19 Juni 2026, perangkat
Smart Health berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan Internet
of Things (IoT) resmi diuji coba dan diimplementasikan di Graha Eksekutif Rumah
Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Inovasi kesehatan masa depan ini merupakan hasil riset mendalam selama dua
tahun oleh mahasiswa aktif program doktor FT UNSRI, Adi Hermansyah, dan Alumni
Doktor FT UNSRI, Dr. Ir. Ahmad Heryanto. Alat pintar ini mampu mengukur enam
parameter kesehatan esensial secara real-time, mulai dari saturasi oksigen,
denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, hingga tinggi dan berat badan. Saat
diuji langsung oleh Direktur Layanan Operasional (DirLO) RSMH, dr. Rahmadian,
MKM, seluruh data medis yang terekam terbukti langsung terkoneksi ke Sistem
Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui metode Single Sign-On (SSO).
Integrasi ini diharapkan dapat menjamin keamanan data, menghilangkan risiko
salah ketik (zero human error), serta mempercepat pelayanan pasien.
Dekan Fakultas Teknik UNSRI, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprato, beserta Kaprodi S3
Ilmu Teknik, Prof. Dr. Ir. Nukman, menilai implementasi ini sebagai wujud
hilirisasi nyata dari kampus ke dunia industri dan layanan publik.
Kembangkan Robot Pengantar Obat
dan Interkoneksi ICU
Sehari sebelum implementasi Smart Health, tim SIMRS, IPSRS, dan BMN RSMH juga
telah mengunjungi Lab COMNETS-SPCIES UNSRI untuk memperkuat transformasi
digital. Dipandu oleh Kasubdit Alumni Prof. Ir. Deris Stiawan, PhD, kunjungan
tersebut membahas sejumlah riset mutakhir lainnya.
Dua inovasi lain yang menjadi
sorotan utama adalah:
·MEDRO (Medicine Delivery Robotics): Robot
pengantar obat berbasis AI yang dipimpin oleh Dr. Ahmad Zarkasi. Robot ini
mengandalkan tiga pilar utama yaitu deteksi halangan, kecerdasan navigasi, dan
sistem hidrolik untuk membantu distribusi obat secara mandiri dan efisien.
·Interkoneksi Peralatan ICU: Sistem integrasi
perangkat medis ICU (seperti perangkat Mindray BeneView) ke SIMRS yang dipimpin
oleh Dr. Kemahyanto Exsaudi dan Rahmat Fadli Isnanto, M.Sc. Menggunakan
mekanisme UDP Listener dan konversi data HL7 ke format JSON, data vital pasien
kritis dapat langsung terekam otomatis ke dalam SIMRS tanpa perlu pencatatan
manual.
Kolaborasi strategis antara UNSRI dan RSMH ini
menegaskan keseriusan pihak rumah sakit dalam mengadopsi teknologi lokal.
Sinergi ini sekaligus membuktikan bahwa "Wong Kito" mampu memimpin
gerak maju digitalisasi medis menuju era smart hospital di Sumatra
Selatan. (CA-Humas)