Mahasiswa Teknik UNSRI Terjun ke Aceh Tamiang: Inovasi Teknologi untuk Pemulihan Pasca Bencana
31
Jan/26
Mahasiswa Teknik UNSRI Terjun ke Aceh Tamiang: Inovasi Teknologi untuk Pemulihan Pasca Bencana
PALEMBANG – Semangat pengabdian lintas provinsi ditunjukkan
oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (FT UNSRI). Melalui
kolaborasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ), Fakultas Teknik resmi melepas keberangkatan tim relawan dalam program
"Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak
Bencana" di Sumatera.
Program yang berlangsung dari 29 Januari hingga 4 Maret 2026
ini difokuskan di Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh
Tamiang. Kehadiran para calon insinyur ini bertujuan untuk memulihkan
infrastruktur vital dan ekonomi masyarakat pasca bencana melalui pendekatan
teknologi tepat guna.
Bukan sekadar bantuan sosial biasa, mahasiswa FT UNSRI
membawa sejumlah program kerja strategis yang relevan dengan kebutuhan
lapangan, di antaranya; Pemetaan Irigasi & Survey Air Tanah: Menjamin
ketersediaan sumber air bersih dan sistem pengairan lahan warga.
Teknologi Water Pump & Aquaponic Surya: Implementasi
pompa air dan sistem budidaya ikan-sayur terintegrasi yang sepenuhnya
menggunakan energi terbarukan (Matahari). Energi Alternatif Pelet Biomassa: Mengolah limbah pertanian,
kehutanan, dan perkebunan menjadi pelet bahan bakar ramah lingkungan, sekaligus
solusi pengelolaan limbah di desa.
Kegiatan ini dilepas secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik
UNSRI, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T., IPM., di Aula Fakultas Teknik
Kampus Palembang. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya peran
mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata atas
permasalahan di masyarakat.
Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan
fakultas, antara lain: Ir. Irsyadi Yani, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. (Wakil Dekan
Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu). Dr. Ir. Bimo Brata
Adhitya, S.T., M.T. (Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, Sumber Daya,
Pengadaan, dan Logistik). Serta jajaran Dosen Pembimbing Mahasiswa yang akan
mengawal aspek teknis dan keselamatan selama kegiatan berlangsung.
"Ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi. Mahasiswa teknik tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi harus mampu
mengaplikasikannya untuk kemanusiaan, terutama di wilayah yang sedang bangkit
dari bencana seperti Aceh Tamiang," ujar Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto
dalam pidatonya.
Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan fisik desa,
tetapi juga memberikan transfer pengetahuan kepada warga lokal agar mampu
mengelola teknologi yang telah diinstalasi secara berkelanjutan. (CA-Humas)